Iwan Pranoto; Guru Merdeka

20 Februari 2013

Tahun 1928 pada saat sejumlah pemuda mendeklarasikan jati diri bangsanya, dapat dikatakan itulah kelahiran resmi budaya bernalar di nusantara. Jika Sang Rasionalis René Descartes dianggap sebagai pencetus kebudayaan bernalar dan juga bidan revolusi sains, maka sesama penggila matematika Tan Malaka adalah penggagas budaya bernalar untuk bangsa kita. Malahan, lebih tiga tahun sebelum Sumpah Pemuda, Tan yang tak kenal kompromi ini sudah merumuskan gagasan keindonesiaan, disebarkan lewat brosur Naar de Republiek Indonesia.

Tan Malaka

Dengan kegigihannya bernalar, Sang Penyala yang kerap menganalogikan dirinya sebagai guru matematika, mengajak rakyatnya yang dianalogikan sebagai murid untuk bernalar aktif. Rakyat harus terlibat aktif bernalar dengan pemimpinnya. Bahkan dari dalam kubur sampai abad 21 ini pun, masih bergema jelas gaung dzikir ajakan bernalarnya, lewat suara para guru sejati. Sesungguhnya, harapannya pada republik yang berdasarkan nalar tetap menyala dalam kemilaunya mata pelajar dan keringat pendidik.

Lanjutkan Membaca…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s